Halaman

Senin, 11 Mei 2009

Refresh !!!

Terlalu sering melakukan hal yang sama membuatnya kehilangan makna dan menjelma menjadi sebuah rutinitas bak mesin. Well, at least that's how i feel being a stay at home mum. Bangun jam 4 kurang di pagi hari dengan rangkaian rutinitas yang sama, melelahkan dan membuatnya tidak lagi menyenangkan. Padahal, waktu masa-masa pengantin baru (cie... jadi malu) memasak untuk suami tercinta, mengurus rumah sendiri (masih ngontrak sih.. tapi kan sendirian, ga mondok di rumah mertua ato ortu maksudnya), walau sama melelahkan tapi i'm still having fun. Yang berbahaya kan kalau mengurus anak jadi disamakan dengan memasak dan mencuci baju, pekerjaan yang melelahkan dan membosankan. Kasihan dong, si Luqman. Sekadar jadi rutinitas emaknya. Itu yang aku nggak mau.

Makanya refreshing itu perlu.

Mengubah rutinitas barang sebentar, biar otak dan tubuh kita mendapatkan perubahan. Sehingga, ketika mulai ke hari-hari 'biasa', mudah-mudahan akan dikenali sebagai hal baru. And I'll get all the excitement again... hehe... Mungkin nggak sih?

Well, mungkin kalau cuma sepanjang weekend belum cukup membuat si ibu kangen sama masak dan nyuci baju, yah. Tapi setidaknya, kita punya kenangan indah yang masih akan diocehin si Luqman sampai beberapa hari ke depan. Sampai acara 'break the routines' berikutnya. Yang mudah-mudahan tidak akan lama.

Well, maybe we should start planning now. So we'll have a great thing to look forward to during these daily routines. Something to keep my spirit high, so that I can face everything with a smile on my face.
Don't need a frown for my beloved family.

Let's get refreshed!

Kamis, 30 April 2009

My Own Way


Ini Luqman Hafizh Azzairi, 2,5 tahun yang lalu lahir di Malang, tak lama setelah sang bapak datang dari Surabaya.

Itu ibunya di latar belakang, habis ngomong
"Ibu pergi, ya",

eh, si anak dengan cueknya tetep main air.

Foto ini hasil karya bapaknya yang menurut saya memang layak diacungi jempol. Atau kalau menurut versi Luqman, diacungi dua telunjuk (berhubung belum bisa ngacungin jempol). Makasih, pak....
Photo courtesy of Zainudin Ghozali

Salam pertama

Ini mungkin tipikal ibu rumah tangga muda jaman sekarang. Sebelum menikah penuh aktivitas beraneka macam, sesudah menikah penuh aktivitas berbau 'babu' dan mengasuh anak. Begitu ada waktu luang, kalo ga kecapekan tidur ya fesbukkan daripada nonton sinetron yang makin sadis dan ga jelas.

Lalu sekarang, mulai coba-coba bikin blog.

Entah apa motivasinya, mungkin karena saya senang mencoba hal baru. Walaupun dengan kening berkerut-kerut saat mencoba memulai blog ini. Tapi senang juga kalau sudah jadi. (sekarang sih dianggap belum jadi, karena belum ada apa-apanya). Mungkin juga untuk menyalurkan hobi menulis yang kemarin terlantar sejak punya anak.
Setelah saya gali lebih dalam, mungkin si ibu satu anak ini sebenarnya hanya ingin say hello to the world, "Hey, I'm still alive!" meskipun saya tak banyak lagi berkontribusi untuknya seperti sebelum menikah.

Satu teman baik saya selalu mengatakan, pokoknya aku akan lakukan apa yang aku bisa.
Mungkin aku bisa lakukan yang besar atau cuma kecil, yang penting do something!

Ketegasan kata-katanya membuat saya tetap mengingatnya di saat saya merasa dunia terlalu besar untuk diubah. Ini saatnya saya keluar dari zona kenyamanan di balik topeng kesibukan ibu satu anak. Untuk berbuat sesuatu yang saya bisa.

Toh, ibu satu anak (btw, anak saya berumur 2,5 tahun saat ini) lainnya juga tahu, berapa banyak waktu luang yang dimiliki seorang ibu dengan satu anak, yang seharusnya bisa jadi bermanfaat.

So, hello world... here I am.